Sepanjang bulan Maret – Juni 2021, Asosiasi Digital Marketing Indonesia (DIGIMIND) memberikan Perkuliahan Digital Marketing secara online di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada. Perkuliahan ini dilaksanakan selama 1 semester dan sudah menjadi SKS (Satuan Kredit Semester) bagi mahasiswa UGM maupun dari Universitas lain.

Bertemakan,

Digital Marketing With Purpose (Not Just For Profit Alone)“, perkuliahan ini diadakan untuk mengetahui bagaimana menggunakan Digital Marketing untuk membantu & membangun UKM serta meningkatkan Kesehatan Mental masyarakat Indonesia.

Para pengajar dari DIGIMIND merupakan para expert Digital Marketing yang sudah berpengalaman dan terkenal di bidangnya, beberapa diantaranya:

  1. Dian Martin ( Ketua Umum Asosiasi Digital Marketing Indonesia ) – Digital Marketing Roadmaps & Strategy.

 

2. Arto Biantoro ( Brand Activist ) – Brand Strategy.

3. Niko Julius – Social Media Expert dengan topik “Social Media Marketing”.

4. Sandersan Onie, PhD., ( Mental Health Researcher ) – Digital Marketing for Mental Health.

5. Ary Mozta ( Copywriting Expert ) – Copywriting & Content Marketing Strategy.

6. Mā Archanā ( Ketua Asosiasi AMAYI ) – Mind Management untuk Meningkatkan Fokus dan Mengatasi Ketegangan Akibat Beban Tugas.

7. Rudianto ( SEO Expert ) – Landing Page, SEO dan SEM.

 

Mengingat betapa pentingnya mempelajari Digital Marketing, perkuliahan yang dilakukan sebagai salah satu bentuk untuk menyelesaikan SKS mata kuliah Kewirausahaan Sosial di UGM ini akhirnya dibuka juga untuk umum sehingga siapapun orangnya yang ingin belajar bersama meski tidak berkuliah di UGM, bisa mengikutinya. Lebih dari 100 mahasiswa UGM dan umum yang mengikuti Perkuliahan ini.

 

Bp Dian Martin menyampaikan bahwa sampai tahun 2019 lalu, orang-orang yang mempelajari Digital Marketing didasari oleh rasa keingintahuan mereka mengenai dunia digital. Tapi, mulai tahun 2020 lalu, orang-orang mulai sadar dengan dasar mempelajari Digital Marketing karena ingin hidup. Baik untuk menghidupi sebuah bisnis, ataupun hidup dari menjadi seorang digital marketer.

Kesadaran tersebut tumbuh karena pertumbuhan dunia digital dan jumlah pengguna internet sekarang ternyata sangat kencang, dan akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Akan tetapi, jumlah pertumbuhan ini ternyata juga memiliki dampak buruk bagi individu maupun perusahaan.

Dampak tersebut dapat berupa melonjaknya risiko stres & depresi dan gagalnya UKM dalam bersaing melawan derasnya arus digital di Indonesia. Digital Marketing akan menjadi makanan pokok dalam dunia usaha dan bisnis untuk bisa bertahan dan bahkan berkembang di tengah kondisi saat ini.

Perkuliahan Digital Marketing pada semester ini sudah selesai dengan hasil yang memuaskan, dimana para peserta bisa memahami dan mempraktekkan ilmu Digital Marketing secara langsung dan outputnya adalah peserta mempunyai Webstore sendiri untuk mempromosikan usaha dan bisnis masing-masing peserta secara digital.