cara cek broken link

Broken link adalah halaman web yang tidak bisa ditemukan atau tidak bisa diakses oleh users karena berbagai alasan, bisa karena penulisan URL, halaman web yang sudah dihapus, atau server web yang sedang lambat.

Apapun alasannya, broken link harus dihindari. Karena, broken link akan membuat user experience menjadi lebih buruk, merusak optimasi SEO yang sudah dilakukan dan (yang paling parah) mengurangi conversion rate pelanggan.

Ada beberapa penyebab yang bisa menimbulkan broken link, antara lain:

  • URL halaman web diubah secara permanen tanpa melakukan redirections.
  • URL ke konten file di web, seperti PDF, PPTX, DOCX ataupun yang lain sudah dihapus.
  • Typo pada penulisan URL.
  • Domain sudah diubah tanpa melakukan redirections.
  • Cache yang menyimpan halaman web sebagai broken link.

Untuk menghindarinya, diperlukan pemeriksaan secara berkala pada setiap URL yang disisipkan ke dalam konten, URL yang didapatkan dari web lain, dan internal linking.

Pemeriksaan berkala ini seperti sedang melakukan audit terhadap website, karena semua halaman harus discanning total. 5 tools berikut ini akan membantu melakukannya lebih mudah.

5 Tools untuk Cek Broken Link di Website

Masing-masing tools punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Anda tidak perlu mencoba semua tools hanya untuk melihat broken link pada web, cukup gunakan yang menurut Anda paling mudah dan cepat.

1. Google Search Console

Tools untuk menemukan broken link yang pertama adalah Google Search Console (GSC), tools yang sebenarnya sudah wajib dipasang oleh semua pemilik web, terlepas dari apa industrinya.

Mengacu dari website resminya, GSC adalah layanan gratis yang ditawarkan oleh Google untuk membantu Anda memantau, mempertahankan, dan memecahkan masalah ranking website Anda di hasil Google Penelusuran.

Bantuan dari GSC ini salah satunya datang dari fitur bernama crawl stats report yang bisa menunjukkan statistik tentang riwayat perayapan (crawling) Google di web Anda.

Misalnya, berapa banyak permintaan crawling yang dibuat per hari serta respon apa yang web Anda berikan ketika mereka sedang melakukan crawling. Respon inilah yang akan menampilkan bila ada sejumlah halaman dalam web Anda yang error.

Berikut ini cara menemukan broken link menggunakan Google Search Console:

1. Masuklah ke dalam property GSC Anda. Kemudian, pilih menu Settings dan klik Open Report pada menu Crawling.

2. Scroll ke bawah sampai Anda menemukan tampilan tentang Crawl request breakdown. Disini, akan ada beberapa pesan error sesuai yang ditemukan oleh mesin crawling Google. Untuk jenis broken link, pilihlah pesan error Not found (404).

cek broken dengan google search console - langkah

3. Setelah masuk ke dalam, Anda bisa melihat bagaimana grafik tentang adanya broken link di web tersebut lengkap dengan URL-nya. Untuk mempermudah proses perbaikan nanti, export semua data ini ke salah satu versi dokumen antara lain Google Sheet, Excel atau CSV.

cek broken link dengan google search console - langkah ketiga

4. Lihat dokumennya di dalam sheet Table dan simpan semuanya. Semua data inilah yang akan kita perbaiki nanti.

cek broken link dengan google search console - langkah keempat

2. ScreamingFrog

Tools yang kedua adalah ScremingFrog, tools yang memang diperuntukkan untuk praktisi web dan SEO melakukan audit dan pengembangan web.

ScreamingFrog bisa melakukan crawling dan scanning secara total dengan versi berbayar pada domain yang disisipkan. Sedangkan untuk versi gratisnya, terbatas hanya sampai 500 URL.

Mungkin Anda ingin mencoba performa ScreamingFrog versi gratis terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli versi berbayarnya.

Berikut ini cara cek broken link menggunakan ScreamingFrog:

1. Download dan instal ScreamingFrog ke dalam PC Anda terlebih dahulu.

cek broken link dengan screamingfrog - langkah pertama

2. Masukkan domain web Anda ke dalam search bar yang disediakan. Tunggu beberapa menit sampai ScreamingFrog selesai melakukan crawling.

cek broken link dengan screamingfrog - langkah kedua

3. Setelah selesai crawling, pindah ke tab Responde Code dan ubah filteringnya dari All menjadi Client Error (4xx).

cek broken link dengan screamingfrog - langkah ketiga

4. Export dan simpan semua data broken link yang ditampilkan oleh ScreamingFrog ke dalam dokumen versi CSV.

cek broken link dengan screamingfrog - langkah keempat

5. Inilah semua broken link yang ada di web Anda. Semua data inilah yang akan kita perbaiki nanti. Tapi ingat, bahwa crawling ScreamingFrog versi gratis terbatas sampai 500 URL. Artinya, ada masih banyak halaman web yang mungkin belum dicrawling jika web Anda sudah punya banyak halaman (lebih dari 500).

cek broken link dengan screamingfrog - langkah kelima

3. Google Analytics

Tools yang ketiga adalah Google Analytics (GA). Seperti yang kita ketahui bahwa GA punya kemampuan untuk melihat dan menampilkan traffic web kita sendiri. Dengan hal ini, mereka juga punya kemampuan untuk melihat mana halaman web yang rusak.

Seperti layaknya penggunaan Google Analytics untuk tujuan yang lainnya, Anda baru akan bisa menemukan broken link jika sebelumnya web Anda sudah terpasang kode tracking GA.

Sudah pernah memasangnya? Bagus! Mari lihat langkah-langkah di bawah ini untuk menemukan broken link menggunakan GA:

1.  Masuklah ke menu Site Content > All Pages, lalu ubah primary dimension ke tab Page Title. Kemudian klik tombol Advanced untuk melakukan pencarian dengan filtering Containing berisi teks Not Found.

cek broken link dengan ga - langkah pertama

2. Otomatis akan muncul 1 data berisi page title Page Not Found. Klik pada data tersebut untuk melihat detailnya.

cek broken link dengan ga - langkah kedua

3. Detail ini akan menampilkan URL dari halaman dengan judul Page Not Found tadi. Inilah semua broken link yang ada di web Anda. Sekarang export-lah data tersebut ke dalam dokumen versi CSV.

cek broken link dengan ga - langkah ketiga

4. Inilah semua broken link yang ada di web Anda, simpan terlebih dahulu karena akan kita perbaiki.

cek broken link dengan ga - langkah keempat

4. Ahrefs

Ahrefs adalah salah satu tools analisa digital marketing yang biasa digunakan untuk menyiapkan data mengenai laporan audit, backlink analysis, URL ranking, analisis kompetitif, dan lainnya.

Selain bisa digunakan untuk mendapatkan backlink berkualitas, Ahrefs juga bisa digunakan untuk melakukan pengecekan broken link demi kesehatan sebuah website.

Berikut ini cara menemukan broken link menggunakan Ahrefs:

1. Masukkan domain web Anda ke dalam menu Site Explorer di Ahrefs.

cek broken dengan ahrefs - langkah pertama

2. Pilih menu Best by links.

3. Ubah filtering HTTP code menjadi 404 not found.

cek broken dengan ahrefs - langkah kedua

4. Setelah itu akan tampil semua broken link yang ada di web Anda. Exportlah data tersebut ke dalam dokumen versi CSV. Data ini akan kita pakai untuk melakukan perbaikan.

5. Broken Link Checker (Khusus Pengguna WordPress)

Broken Link Checker adalah plugin untuk memantau dan menguji semua tautan internal & tautan eksternal di web Anda untuk mencari URL yang rusak.

Sampai sekarang, plugin ini bisa Anda gunakan gratis tanpa harus berkomitmen untuk berlangganan.

broken link checker

Cukup instal dan aktifkan plugin ini di web Anda, secara otomatis Broken Link Checker akan melakukan crawling dan scanning pada setiap URL yang aktif di website.

Dalam jangka waktu tertentu, plugin ini akan memberikan data dan jumlah broken link (jika ada).

 

Redirect Broken Link ke Halaman Web yang Lain

Bagaimana agar website tetap punya skor SEO yang bagus, penilaian user experience yang baik? Solusinya adalah buatlah redirection semua broken link web Anda menuju ke halaman 404.

Atau redirectlah broken link tersebut menuju ke halaman pengganti dengan konteks konten yang sama, seperti yang pernah kami lakukan ketika salah membuat URL untuk konten conversion rate.

cara memperbaiki broken link

Tools ini bernama 301 Redirection yang hanya tersedia di WordPress sebagai plugin.

Bila web yang Anda kembangkan bukan menggunakan WordPress, Anda cukup mengumpulkan broken link yang tadi sudah ditemukan, kemudian kirimkan ke tim developer untuk ditindaklanjuti. Mereka akan lebih paham cara teknisnya.