Google selalu memperharui algoritma dan membuat banyak pemilik website khawatir akan berdampak buruk pada jumlah traffic yang telah mereka dapatkan. Hanya ada satu hal yang cukup konsisten pada proses untuk memenangkan persaingan di Google, yaitu keyword research (riset kata kunci).

Tanpa pemilihan keyword yang tepat, kecil kemungkinan website Anda akan mendapatkan traffic dari apa yang dicari oleh user melalui Google. Sayang sekali hal itu harus terjadi, padahal Google merupakan channel marketing terbesar untuk mendapatkan traffic.

Itu sebabnya kami menulis panduan research keyword untuk pemula ini. Di dalamnya, Anda akan belajar mengenai cara mencari keyword, menentukan strategi content marketing yang akan dilakukan, dan bagaimana mengoptimalkannya sesuai dengan tujuan Anda membuat website.

Cara ini telah membuat salah satu web kami berhasil mendapatkan traffic lebih dari 12 ribu+ dalam 2 bulan terakhir.

hasil dari mendapatkan keyword research terbaik

Tertarik juga untuk menghasilkan traffic yang lebih banyak? Mari kita mulai belajar keyword research.

 

Apa itu Keyword Research?

Keyword research (riset kata kunci) adalah proses menemukan “kata” yang digunakan oleh pengguna di internet selama mencari sebuah produk, layanan ataupun konten melalui mesin pencari seperti Google, Yahoo! dan Bing.

Keyword research dilakukan agar kita mengetahui “kata” apa yang sebenarnya digunakan oleh user, seberapa banyak user yang mencari kata tersebut, seberapa tinggi tingkat kompetisinya, konten seperti apa yang dicari oleh user, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seperti yang dapat dilihat melalui gambar di bawah ini.

pencarian di google

Namun, Keyword research bukan sekedar riset kata per kata. Melainkan memahami maksud dari “kata” tersebut. Karena, tidak semua hasil pencarian di Google hanya akan menampilkan “kata” yang benar-benar sama dengan apa yang diketik oleh user.

Seperti kata Tips dan Cara, 2 kata ini memiliki makna yang sama, maka inilah yang akan terjadi jika salah satu kata ini digunakan untuk mencari informasi di Google.

search intent

Website peringkat teratas tidak selalu menggunakan kata yang sama dengan apa yang diketik oleh user.

Oleh sebab itu, jangan pernah lewatkan proses ini ketika Anda ingin mendapatkan traffic dan penjualan yang lebih tinggi di website. Sudah penasaran bagaimana cara mencarinya? Ini dia.

 

4 Cara Keyword Research yang Mudah dan Akurat

Kami akan menjelaskan proses mencari keyword yang mudah untuk Anda lakukan. Sehingga, Anda bisa membuat dan menjalankan strategi marketing yang lebih tepat untuk mendapatkan traffic dan penjualan yang lebih tinggi.

1. Mulailah dari Topik Bisnis Anda

Tahap pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengisi beberapa kolom di tabel dengan topik yang dibahas oleh bisnis Anda. Mungkin, kolom tersebut akan mudah terisi lebih dari 5 topik, tulis saja, kumpulan topik inilah yang akan digunakan untuk mencari keyword.

Misalnya, jika bisnis Anda adalah menjual jasa desain, topik tersebut bisa berupa:

  • Animasi
  • Logo
  • Brosur
  • Kartu nama

Catat baik-baik bahwa topik tersebut belum tentu bisa digunakan sebagai keyword yang akan dipasang di website. Seperti namanya, Anda akan menggunakannya sebagai topik utama dalam mencari keyword yang lebih berpotensi.

Lakukan langkah berikutnya untuk benar-benar mendapatkan keyword yang Anda inginkan.

2. Carilah Keyword Apa yang Digunakan oleh Kompetitor

Melihat keyword apa yang mendatangkan banyak traffic ke kompetitor adalah cara keyword research yang paling mudah dan terbukti.

Sekarang, gunakanlah topik yang sudah Anda kumpulkan dan cari satu per satu melalui Google untuk mencari tahu siapa kompetitor Anda disana.

mencari kompetitor melalui keyword

Masukkan daftar web kompetitor itu satu per satu melalui tools keyword research Dimia dan temukan halaman apa yang bulan ini mendatangkan traffic terbanyak di dalam bagian Top SEO Pages.

mencari top seo pages

Selain itu, Anda juga bisa menemukan website lain yang hingga saat ini menjadi kompetitor dari web yang baru saja Anda masukkan di dalam bagian Main Organic Competitors.

melihat kompetitor

Seperti yang bisa Anda lihat pada ketiga gambar di atas, Anda bisa dengan mudah menemukan keyword dan kumpulan halaman yang punya potensi besar untuk mendatangkan traffic meskipun beberapa diantaranya tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

Anda bisa mengulangi proses ini berkali-kali untuk mendapatkan lebih banyak keyword yang sudah terbukti bisa menghasil traffic. Semuanya semudah yang Anda lihat, masuk ke Dimia.id dan ketik topik yang Anda cari.

3. Cari Menggunakan Tools SEO

Bukan tidak mungkin akan ada beberapa keyword yang belum pernah digunakan oleh kompetitor Anda, dan faktanya hal ini sering terjadi. Oleh sebab itu, gunakanlah tools SEO yang bisa membantu Anda mendapatkan keyword lebih banyak.

Hampir semua tools SEO bekerja dengan metode yang sama, Anda hanya perlu memasukkan topik yang sudah dimiliki, dan mereka akan menampilkan semua database terkini tentang apa saja keyword yang relevan dengan topik tersebut.

Google Keyword Planner misalnya. Ini adalah tools yang disediakan gratis oleh Google. Anda hanya perlu mendaftarkan akun Google ke dalam Google Ads dan masuk ke menu Keyword Planner.

Disinilah Anda bisa memasukkan ide dari keyword yang akan Anda temukan dan lihatlah apa yang akan ditampilkan olehnya:

riset keyword dengan google keyword planner
Sumber foto: dokumentasi pribadi

Sayangnya, bila Anda tidak pernah beriklan (SEM) di Google, hasil pencariannya hanya akan menampilkan jumlah perkiraan (range), seperti yang bisa dilihat kata ukuran kartu nama memiliki angka perkiraan 10K – 100K. Tentu data ini masih harus dipertanyakan sebenarnya berapa angka yang lebih tepat.

Jika Anda ingin menemukan angka pasti tersebut dan ingin lebih ‘profesional’, gunakanlah menu Keyword Research yang ada di Dimia.id. Mari kita masukkan topik yang tadi dan lihatlah di dalam bagian Keyword Ideas, Anda akan menemukan daftar keyword lengkap dengan perkiraan angka Volume yang lebih mendekati hasil nyata.

keyword ideas di dimia

4. Cari Topik yang Relevan dengan Bisnis Anda

Tidak cukup sampai disini, Anda masih bisa mencari kumpulan keyword lain yang tentunya masih relevan dengan apa yang bisnis Anda jalankan.

Keyword ini bisa datang dari platform apapun, seperti forum, sosial media dan masih banyak lagi yang lainnya.

Quora misalnya, dengan mencari topik desain, maka akan muncul banyak pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah Anda pikirkan. Seperti yang bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

cari keyword di quora

Anda hanya perlu memverifikasi ulang apakah benar keyword tersebut sering dicari oleh user melalui Google.

hasil pencarian keyword yang relevan

Bila memang ada? kenapa tidak kita gunakan, kan?

 

Analisa Setiap Keyword yang Ditemukan

Sekarang, Anda sudah menemukan cukup banyak keyword untuk dijadikan bahan dalam membuat halaman web dan ide konten artikel, kan? Jangan lupa untuk mencatat setiap keyword yang ditemukan, ya.

Telihat banyak dan justru membuat bingung mana terlebih dahulu keyword yang akan diterapkan? Jangan khawatir! Biarkan kumpulan keyword tersebut masuk ke dokumen bank keyword.

Saring dan prioritaskan kumpulan keyword tersebut sesuai dengan matriks yang ditampilkan oleh Dimia.id. Mari kita bahas satu per satu maksud dari matriks tersebut.

1. Volume

Volume adalah rata-rata pencarian keyword per bulan. Semakin tinggi angka ini, semakin tinggi juga potensi Anda mendapatkan traffic. Keyword “font bagus” misalnya, ada sekitar 2,400 pencarian per bulan.

volume

Ada 2 hal penting yang perlu Anda ingat mengenai angka Volume ini:

  • Volume adalah jumlah pencarian, bukan jumlah orang yang mencari: Pernyataan ini terjadi karena jumlah pencarian tersebut bisa saja kontribusi dari sekitar 50% orang saja, yang artinya hanya ada sekitar 1,200 orang yang mencari keyword font bagus dalam sebulan (tapi mereka mencarinya 2x setiap bulan).
  • Belum tentu 100% traffic masuk ke web Anda: Persaingan di Google tidak hanya tentang peringkat berapa web Anda muncul di urutan pertama. Ada faktor lain yang mempengaruhi kenapa user akhirnya mengunjungi web Anda, misalnya dari judul, deskripsi, dan tingkat popularitas brand. Di saat seperti inilah Anda harus memahami pentingnya CTR (Click-through rate) yang akan dibahas pada sesi selanjutnya.

2. CPC

CPC (Cost-per-click) adalah biaya yang harus dilakukan oleh pengiklan setiap menjalankan SEM (Search Engine Marketing) melalui Google. Setiap keyword punya nilai masing-masing, tapi ada juga keyword yang tidak bernilai.

Nilai tersebut ada karena sebagian orang berani membayar sejumlah harga untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi dan cepat. Seperti keyword “custom logo” dengan CPC Rp428.

contoh cpc

Maka, setiap orang yang menekan klik pada iklan yang dipasang oleh Tailor Brand, Tailor Brand akan membayar Google sekitar Rp428.

cpc

Bagi praktisi yang sedang belajar SEO dan menentukan keyword yang tepat, CPC hanya bermanfaat untuk menilai seberapa tinggi nilai dari kualitas keyword itu.

3. PD

PD

PD adalah persaingan dalam pencarian berbayar, semakin tinggi angkanya semakin kompetitif. Jika Anda melakukan research keyword untuk bersaing secara organik di Google, maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan tingginya angka ini.

4. SD

SD adalah perkiraan persaingan dalam pencarian organik, semakin tinggi angkanya semakin kompetitif. Angka ini yang akan menentukan seberapa cepat dan kuatnya Anda bisa masuk ke urutan pertama hasil pencarian Google.

SD

Tidak sulit untuk membaca dan angka SD ini. Anda hanya perlu memprioritaskan dari angka yang terkecil agar lebih mudah mendapatkan traffic dalam jangka waktu yang lebih cepat.

5. Est. Visit

Ini adalah angka estimasi traffic dari Google yang didapatkan oleh masing-masing halaman dalam 1 bulan terakhir. Angka ini bisa membantu Anda untuk mendapatkan juga estimasi angka traffic yang akan didapatkan apabila berhasil bersaing di urutan pertama Google.

estimation visit

Angka ini bukan sekedar perkiraan lagi, tapi estimasi nyata yang Anda dapatkan apabila berhasil menerapkan teknik SEO dengan benar, menjaganya tetap stabil dan konsisten.

Masih ada banyak lagi teknik SEO yang bisa Anda terapkan selain cara keyword research yang satu ini. Kami sudah membahasnya dalam beberapa sesi yang bisa Anda dapatkan melalui link berikut: Search Engine Optimization (SEO), beberapa diantaranya tentang:

  • SEO On Page
  • SEO Off Page
  • Technical SEO
  • Backlink

Bila bingung mau mulai darimana, Anda bisa kunjungi link belajar SEO untuk pemula dari kami. Dari sana, Anda akan terhubung dengan banyak sesi pembelajaran SEO mulai dari 0 hingga mahir.