brand awareness

Brand awareness merupakan tujuan dari kebanyakan strategi pemasaran yang dilakukan oleh semua perusahaan yang memasarkan produknya ke end-users.

Melalui brand awareness yang baiklah, users bisa dengan mudah mengingat dan mengenali produk Anda kapanpun hingga pada akhirnya membuat rasa percaya users pada produk Anda semakin tinggi.

Produk lama yang sudah menghabiskan banyak tenaga dan biaya pemasaran demi brand awareness antara lain Pepsi, Coca Cola, Odol, Aqua dan Bear Brand. Belakangan ini, produk yang punya brand awareness tinggi adalah Gojek.

Apa hasilnya? Kita semua kenal dengan mereka, sulit melupakan dan bahkan seringkali menyebut nama brand itu menjadi sebuah kata pengganti produk/layanan, “Saya minta Aquanya, dong” padahal botol yang dipegangnya bukan bermerk Aqua, “Sekarang kemana-kemana gampang, tinggal pakai Gojek” padahal yang dimaksud adalah layanan ojek online.

Menarik, kan? Artikel ini akan membantu Anda memahami lebih dalam tentang brand awareness, tips menjalankannya dan mengetahui bagaimana hal ini bisa sejalan dengan upaya mengembangkan bisnis.

 

Pengertian Brand Awareness

Brand awareness adalah istilah yang dipakai dalam dunia pemasaran sebagai ukuran tentang seberapa tinggi pengakuan seorang user terhadap sebuah brand dalam ingatan mereka.

Pada layer pertama, brand awareness akan membuat users dengan mudah mengenali suatu nama brand ke dalam suatu kategori layanan/produk. Di layer kedua, brand awareness bisa menempatkan nama brand itu sebagai sebuah kategori layanan/produk itu sendiri, seperti contoh Gojek dan Aqua yang sudah disebutkan di atas.

Membangun brand awareness adalah langkah dan kunci pertama dalam mempromosikan branding baru karena kepercayaan users akan datang ketika mereka setidaknya sudah pernah mengenali nama sebuah brand minimal 1x sebelum akhirnya menjadi pelanggan.

Layaknya strategi marketing yang lainnya, produk/layanan yang mempertahankan tingkat brand awareness tinggi, cenderung menghasilkan lebih banyak penjualan karena users akan cenderung lebih pilih membeli dari brand yang merk-nya sudah terkenal daripada yang baru dan namanya belum pernah dipasarkan sama sekali.

 

Tujuan Brand Awareness

Brand awareness yang kuat punya tujuan untuk beberapa hal, diantaranya:

  • Meningkatkan penjualan
  • Membentuk kepercayaan pelanggan
  • Meningkatkan nilai jual produk
  • Lebih mudah dikenal dan dipercaya oleh pelanggan baru

 

Cara Mengukur Kekuatan Brand Awareness

Seperti halnya strategi marketing yang lainnya, cek SEO melalui Google Search Console, ataupun melihat traffic web di Google Analytics, brand awarenes juga harus diukur hasilnya agar Anda tahu bagaimana posisi brand Anda saat ini.

Mengukur brand awareness bisa dilakukan melalui beberapa cara berikut ini.

1. Trend Pencarian Nama Brand di Google

Masuklah ke Google Trend dan sisipkan nama brand Anda ke dalam kolom yang tersedia, seperti contoh di bawah ini.

gambar trend google bitcoin

Grafik ini akan menunjukkan bagaimana antusias users mencari nama brand Anda di Google yang bisa diartikan sebagai kesadaran mereka bahwa brand bisnis Anda sudah eksis, terlepas dari apa tujuan mereka mencari nama brand Anda, apakah ingin membeli produk Anda, bekerjasama, melihat review ataupun yang lain.

Jika sudah seperti ini, Anda harus mengimbanginya dengan berbagai teknik SEO, agar web Anda yang muncul di urutan pertama hasil pencarian Google.

2. Brand Mention di Sosial Media

Jika cara pertama bisa mengukur brand awareness dengan brand mention di Google, cara kedua ini dilakukan melalui brand mention di sosial media.

Anda bisa memanfaatkan tools seperti Sprout Social, Mention ataupun Buffer untuk melakukannya. Tapi, beberapa diantaranya harus menggunakan akun premium.

gambar brand mention dari mention.com

Cara kerjanya kurang lebih sama dengan cara pertama, cukup masukkan nama brand Anda dan dapatkan insight seberapa banyak user di sosial media yang membahas atau menyebut nama brand Anda.

3. Social Media Engagement

Sosial media engagement bisa berarti jumlah followers, like, comment ataupun share pada akun sosial media Anda. Hal ini mencerminkan seberapa banyak orang yang mengetahui brand Anda dan ingin membangun koneksi bersamanya.

Tidak heran kenapa KPI di sosial media sering dikaitkan dengan upaya dalam meningkatkan brand awareness jadi lebih kuat melalui content marketing yang unik dan menarik perhatian.

4. Jumlah Backlink

Backlink adalah jumlah link yang masuk ke web Anda dari sumber lain, seperti website, blog, situs berita, sosial media dan yang lainnya. Jika Anda melihat jumlah referral traffic di Google Analytics naik secara konsisten, bisa dipastikan brand awareness Anda juga naik.

gambar referral traffic di google analytics

Tapi, pastikan kembali sumber yang memberikan backlink ke web Anda memiliki kualitas yang baik. Pastikan bahwa mereka bukanlah web atau sosial media yang kontennya berbau SARA, senjata tajam dan lainnya.

Kunjungi artikel “Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas dengan 8 Langkah Cerdas” untuk membaca lebih lanjut apa saja yang harus Anda lakukan.

4 cara di atas bisa digunakan untuk mendapatkan metriks brand awareness yang Anda lakukan. Bila Anda sama sekali belum melihat adanya grafik kenaikan, jangan cepat putus asa, karena brand awareness perlu waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan strategi yang lain.

Tapi, brand awareness punya jaminan bisa membawa bisnis Anda tumbuh lebih cepat dari biasanya. Kunjungi academy DIGIMIND untuk melihat berbagai materis-materi yang bisa Anda ketahui untuk meningkatkan brand awareness.